Indramayu - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Islam Terisi, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (16/07/2026) diwarnai dengan kegiatan vital yang bertujuan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan siswa baru. Rangkaian acara meliputi latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang tegas dan deklarasi akbar menentang segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta didik baru sebagai langkah awal beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Serda Wawan Gunawan, Babinsa Desa Rajasinga, turut hadir dan memberikan arahan langsung kepada para siswa. “Kami hadir untuk memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya disiplin dan kerja sama melalui PBB. Ini bukan sekadar gerakan fisik, tetapi fondasi untuk membentuk pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab, ” ujar Serda Wawan Gunawan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa.
Dukungan penuh terhadap inisiatif ini juga datang dari jajaran TNI. Danramil (1613) Terisi, Kapten Inf Asep Mulyana, menyatakan komitmennya dalam mendukung program-program yang berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda. “MPLS adalah momen krusial bagi siswa baru. Dengan adanya PBB dan deklarasi anti perundungan, kita berupaya menanamkan nilai-nilai positif sejak dini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka, ” tegas Kapten Inf Asep Mulyana.
Lebih lanjut, Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han, mengapresiasi peran aktif TNI dalam mendukung kegiatan pendidikan di wilayahnya. “Kegiatan seperti ini menunjukkan sinergitas antara TNI dan dunia pendidikan. Kami siap mendukung setiap inisiatif yang bertujuan untuk mendidik dan melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman perundungan, ” ungkap Letkol Arm Tulus Widodo.
Perhatian terhadap kegiatan ini meluas hingga tingkat komando yang lebih tinggi. Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, memberikan pandangan optimis terhadap dampak positif kegiatan ini. “Membangun lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan adalah tanggung jawab kita bersama. PBB dan deklarasi ini adalah langkah konkret untuk mencapai tujuan tersebut, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat kebersamaan pada siswa, ” tuturnya.
Puncak apresiasi datang dari Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., yang akrab disapa 'Jenderal Santri'. Beliau menyampaikan dukungannya yang kuat terhadap program pencegahan perundungan di sekolah. “Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan di lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Kegiatan di SMK Islam Terisi ini sejalan dengan visi kami untuk mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berdisiplin tinggi, dan bebas dari rasa takut akan perundungan. Kami akan terus mendorong program-program semacam ini agar dapat direplikasi di berbagai sekolah, ” tegas Mayjen TNI Kosasih.
Pelaksanaan PBB dan deklarasi anti perundungan pada MPLS SMK Islam Terisi ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi sebuah komitmen nyata dari seluruh elemen, mulai dari pihak sekolah, TNI, hingga para siswa, untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif, aman, dan membanggakan.

Sulistiyo